Komunitas DJ: Nggak Sekadar Hentak-hentak

Siapa sangka jika sesama Disc Jockey (DJ) juga sering ngumpul. Bukan hanya untuk ngobrolngarol ngidul, mereka juga saling mengisi dalam berbagai hal, seperti layaknya keluarga.

LANTAI yang dipenuhi lenggangan kaki, gesekan tumit sepatu berhak tinggi dan hingar bingar musik yang bertegangan tinggi sudah pasti menjadi suguhan awal yang bisa dinikmati seluruhpartygoers hampir di setiap lantai night club. Inilah tempat ‘persembunyian` yang asyik dan menyenangkan (khususnya di akhir pekan) di belakang tumpukan pekerjaan sebelum mentari datang menjemput bagi penikmat dunia malam.

Nah, kesuksesan house music yang menemani setiap pengunjung ini tentu pula nggak luput dari kepiawaian sang Disc Jockey (DJ). Bahkan, keberadaan para mixer berbagai karakter musik ini dinyatakan sebagai kebutuhan primer dalam gemerlapnya klub malam. Ibarat sebuah masakan, permainan DJ adalah seperti garam yang wajib mengiringi dentuman house music bersama gemerlap laser yang menemani puluhan bahkan ratusan pengunjung.

Dalam me- mixing setiap karakter musik, tentunya para DJ ini juga punya style yang berbeda-beda. Dari segi penampilan misalnya, ada saja DJ yang tak bisa lepas dari kaos oblong dan celana denim (jeans) serta potongan rambut plontos untuk turun sebentar bersama penonton, lalu akhirnya kembali berkutat dengan turn table -nya (meja beroperasi DJ) lagi. Lebih kurang selama sejam bermain dengan piringan hitamnya, atraksi yang ditunjukkan oleh para DJ pun kian memuncak. Nggak sekadar untuk hentak-hentak, selalu ada saja nuansa musik yang enak untuk dinikmati di sela-sela campuran musiknya. Seperti irama melankolis tekno misalnya.

Beat Disc
Bagi yang sudah mengenal DJ Donald, salah satu pendiri Beat Disc, sudah pasti hafal dengan rutinitas tiap malamnya. Sambil bercerita tentang serunya menggeluti profesi yang satu ini, dia juga bercerita tentang awalnya komunitas Beat Disc yang sekarang sudah beranggotakan 9 orang. Dulu, dia sama sekali nggak kepikiran untuk menggagas terlahirnya kelompok DJ ini. Namun, karena keinginan murid-muridnya yang pengen belajar nge -DJ di studio miliknya, maka kelompok yang mereka bentuk pun dimulai sejak tahun 1996 silam.


Lewat pengakuannya, komunitas yang mereka bentuk ini nggak menganggap bahwa hobi mereka hanya selepas hobi. Itu sebabnya mereka merealisasikannya menjadi sebuah profesi. Terbukti, kini seluruh anggota Beat Disc, menjadi resident DJ di klub-klub malam Kota Medan. Pun begitu, meski udah menjadi resident DJ, nggak jarang pula anggota-anggota kelompok ini sering diminta tampil di berbagai acara, baik untuk launching produk, ulang tahun, maupunoutdoor party.

Sebagai sebuah profesi, nge -DJ pun udah menjadi gaya hidup mereka. Para DJ ini sekarang benar-benar menunjukkan citranya sebagai seorang yang profesional dalam bekerja. Bahkan kepiawaian mereka malah menentukan status sosial dari DJ tersebut. “Artinya, dengan kepiawaian memantau kondisi crowd dan me- mixing berbagai macam karakter musik, tentu akan berpengaruh pada penghasilannya,” aku DJ Donald.

Bukannya mau menyanjung, tapi beberapa komentar DJ yang sudah masuk dalam daftar senior sepakat mengatakan komunitas Beat Disc ini patut diacungi jempol. Sebab, selain bermain di klub, sesama anggota komunitasnya begitu peduli dalam membimbing anggota pemulanya. “Meski dalam skill sudah dianggap mampu, namun belum tentu seorang DJ pemula berani tampil mengeluarkan keahliannya di hadapan orang banyak. Untuk itu, peran senior benar-benar diharapkan untuk membantu juniornya,” lanjut DJ Donald lagi.

Nah, kalau selepas main atau ada waktu lowong, biasanya anggota Beat Disc pemula sering membahasnya dengan senior mereka tentang teknik main, lagu yang dimainkan hingga trik mempertahankan crowd tetap berada di dance floor. Kalau dipikir-pikir, inilah salah satu kelebihan keluarga besar Beat Disc dengan lebih mengatasnamakan unsur kekeluargaan dan bagaimana membentuk seseorang agar menjadi DJ handal dan berkarakter.

Seperti Billy misalnya. Dulu waktu dirinya sudah belajar nge -DJ, ia belum berani tampil. Namun berkat dorongan dari seniornya, kini ia sudah bisa dan mampu beraksi di hadapan ramainya pengunjung klub. “Bagi siapa pun hal ini mungkin sudah biasa terjadi. Mulai dari rada grogisampe deg-degan atau takut mainnya nggak bagus,” kenang Billy tentang awal terjunnya dalam komunitas Beat Disc. Buat yang suka ke club, mungkin akan tau kalo DJ yang sudah cukup lama bergabung ini sekarang sudah menjadi resident DJ di Snooker.

Oh, ya, kalau kamu pikir para DJ yang bergabung di sini hanya para cowok, itu nggak bener. Sebab selain DJ Billy, Gugun, Fly, Ferry, dan Tandi, para DJ cewek juga ikut meramaikan label Beat Disc ini. Seperti DJ Ika, Ria, Melly dan Tia misalnya. Mereka turut bergabung sekaligus untuk menambah warna warni kelompok yang udah berumur sekitar 14 tahun ini.

Mono House
Kalau komunitas Beat Disc lebih ke arah profesi, Mono House justru sebaliknya, begitu bilang DJ Rico, salah satu punggawa Mono House. Menurutnya, personel Mono House lebih tertarik menggelar acara performance DJ sendiri.


Agaknya, kebebasan berekspresi atau idealisme bermusik menjadi alasan mengapa mereka jarang terikat untuk menjadi resident DJ di klub-klub malam. Mungkin karena sudah mengatasnamakan hobi, terkadang tak jarang mereka menutup sendiri biaya yang dianggarkan dari acara yang digelar mengingat minimnya dana yang dikeluarkan sponsor. “Kendati begitu, kalau tidak menggelar acara, anggota Mono House sering diundang pihak EO atau klub malam sebagai guess DJ untuk acara mereka,” sambungnya lagi.

Tujuan Mono House membentuk komunitas ini tak lain adalah untuk menampung mereka yang hobi atau berbakat menjadi seorang DJ sekaligus sebagai jembatan untuk bersosialisasi dengan sesama DJ. “Artinya, keluarga besar Mono House itu suka berteman dan jika ingin bergabung, silahkan saja, mau itu DJ senior atau pemula,” ucapnya lagi. Tak hanya untuk nge -DJ, konsultasi dan bertukar pengalaman pun sering dilakukan secara spontan oleh anggota komunitas ketika mereka sedang berkumpul. “Nah, untuk ngumpul bareng biasanya sulit, tapi begitu bisa, baru deh, abis-abisan ceritanya,” ujar DJ Rico.

Selain nge -DJ, mengirim lagu ke beberapa radio lokal ataupun luar sudah menjadi kegiatan anggota Mono House dalam mengembangkan talenta mereka. Malah untuk memperluas jaringan pertemanan dengan sesama DJ, baik daerah maupun luar, pilihan nge-chat di forum-forum yang membahas seputar DJ jadi salah satu kegiatan yang dilakukan anggota Mono House. Ke depannya, Rico sendiri akan bergabung dengan 1945MF, label yang digagas oleh DJ Romy dan sudah cukup punya nama di dunia DJ.

Soal anggota, kendati komunitas Mono House ini minus cewek, bukan berarti nggak ada warna-warni dalam acara kumpul-kumpulnya mereka. Buktinya selalu ada aja sensasi kalau mereka melakukan kegiatan di luar nge -DJ untuk mengembangkan talenta mereka. Seperti mengirim lagu ke beberapa radio lokal maupun luar misalnya. Malah, untuk memperluas jaringan, sudah menjadi kewajiban mereka untuk menjalin pertemanan sesama DJ baik dari lokal maupun luar kota. Mungkin ini juga ada pengaruhnya karena komunitas ini lebih bergerak bukan ke arah profesi semata, melainkan performance DJ itu sendiri.

Biar selalu up-date dengan musik yang lagi tren, pilihan nge-chat di forum-forum seputar dunia Disc Jockey juga menjadi kegiatan tetap yang dilakukan oleh DJ Rico, Adhie, Ditho, Rendy, dan Nio untuk tetap membuka diri. Well, kalau kamu emang berniat, tunggu apalagi, ayo bergabung!

5 thoughts on “Komunitas DJ: Nggak Sekadar Hentak-hentak

    • thanks bro…
      boleh cobain lagu hasil remix ku bro di ahmaddenny.blogspot.com di bagian download.
      comment ya bro..

  1. saya mohon dibantu contact person komunitas dj ini…krn saya mau undang komunitas ini di acara games…bisa hubungi saya di 085285267699…saya tunggu kbrnya segera..thx

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s